Sambut Ramadan, RSUD Dr. R. Soedjati Gelar Dialog Interaktif Bahas Panduan Aman Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Jantung

PURWODADI, rsud.grobogan.go.id – Mengingat pentingnya kesiapan fisik menjelang bulan suci Ramadan, RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo Purwodadi terus berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Pada Kamis (26/02/2026), rumah sakit menyelenggarakan program Dialog Interaktif spesial yang mengangkat tema krusial: “Berpuasa bagi Pasien Penyakit Jantung.”

Dialog interaktif ini menghadirkan pakar kardiovaskular terkemuka dari RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo, dr. Dian Aristi Nugraheni, Sp. JP (K), FIHA, sebagai narasumber utama. Acara ini disiarkan secara luas untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi pasien penyakit jantung maupun keluarganya agar tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman tanpa mengesampingkan keselamatan medis.

Panduan dan Tips Medis Berpuasa Bagi Pasien Jantung

Dalam pemaparannya, dr. Dian Aristi Nugraheni menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan jantung sebenarnya tetap diperbolehkan berpuasa, asalkan kondisi jantungnya berada dalam status stabil dan di bawah pengawasan medis yang ketat.

Guna memitigasi risiko serangan atau pemburukan kondisi selama berpuasa, beliau membagikan 5 (lima) tips utama yang wajib diperhatikan oleh para penyintas penyakit jantung:

  1. Konsultasi dengan Dokter Jantung Sebelum Berpuasa: Langkah awal yang paling mutlak adalah melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis jantung sebelum bulan Ramadan tiba. Dokter akan mengevaluasi apakah kondisi klinis pasien (seperti pasca-pemasangan ring, gagal jantung stabil, atau hipertensi) masuk dalam kategori aman untuk berpuasa.

  2. Pola Makan Sehat dan Asupan Cairan yang Cukup: Pasien diimbau untuk membatasi makanan yang tinggi lemak jenuh, bersantan, dan terlalu asin saat sahur maupun berbuka. Selain itu, manajemen rehidrasi yang tepat (mencukupi kebutuhan air di waktu malam) sangat penting untuk mencegah pengentalan darah yang bisa memicu sumbatan.

  3. Perhatikan Jadwal dan Jenis Obat: Puasa akan mengubah pola konsumsi obat harian. Melalui konsultasi sebelumnya, dokter akan menyesuaikan regimen dan dosis obat agar tetap bisa dikonsumsi secara efektif pada waktu sahur dan berbuka tanpa mengurangi efek terapi jantungnya.

  4. Waspadai Tanda Bahaya untuk Menghentikan Puasa: Pasien dan keluarga harus peka terhadap sinyal tubuh. Jika muncul gejala khas seperti nyeri dada (angina) yang menjalar, sesak napas yang memberat, pusing hebat, keringat dingin, hingga lemas berlebih, ibadah puasa wajib segera dibatalkan untuk penanganan darurat.

  5. Cek Kesehatan Secara Berkala: Selama bulan puasa, pasien disarankan untuk melakukan monitoring mandiri di rumah, seperti mengecek tekanan darah dan denyut nadi secara berkala, serta tetap menjadwalkan kontrol rutin ke poliklinik jantung.

Komitmen Edukasi Berkelanjutan RSUD Dr. R. Soedjati

Dialog interaktif ini memicu antusiasme tinggi dari masyarakat, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan interaktif seputar penyesuaian gaya hidup bagi penderita penyakit kronis di bulan suci.

Melalui program ini, manajemen RSUD Dr. R. Soedjati Soemodiardjo berharap masyarakat Kabupaten Grobogan dapat menjalankan ibadah dengan penuh ketenangan berbekal panduan medis yang valid dan tepercaya. Edukasi preventif seperti ini merupakan bagian integral dari visi rumah sakit dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, tangguh, dan sejahtera melalui semangat #MelayaniDenganSepenuhHati. (Admin/Humas)